TIMESINDONESIA.MY.ID - Selama ini, banyak pihak meyakini bahwa fungsi sistem kekebalan tubuh manusia akan mengalami penurunan secara drastis seiring dengan bertambahnya usia. Pandangan umum tersebut kini mulai dipertanyakan setelah muncul temuan ilmiah terbaru mengenai kesehatan lansia.
Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports berhasil mematahkan stigma mengenai penurunan fungsi imun yang tidak terelakkan tersebut. Para peneliti menemukan fakta bahwa individu yang mencapai usia 100 tahun ke atas memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang berbeda.
Kelompok individu yang mampu mencapai usia satu abad ini dikenal dengan sebutan centenarian hingga supercentenarian. Mereka menjadi objek penelitian utama untuk memahami bagaimana tubuh manusia tetap mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Osaka University, Jepang. Fokus utama dari riset tersebut adalah melakukan analisis mendalam mengenai komposisi darah dari para lansia yang luar biasa ini.
"Individu yang mampu mencapai usia 100 tahun atau lebih memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang unik," ujar tim peneliti dalam jurnal Cell Reports.
Para ilmuwan berusaha mencari jawaban mengapa kelompok lansia tertentu tetap memiliki ketahanan fisik yang optimal. Hasil analisis darah mereka mengungkap keberadaan elemen khusus yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup.
"Hasilnya mengungkap keberadaan senjata rahasia yang membantu mereka tetap bertahan hidup dalam usia yang sangat panjang," kata para peneliti dari Osaka University.
Penemuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi dunia medis mengenai proses penuaan manusia. Informasi ini menjadi langkah awal dalam memahami bagaimana sistem imun dapat dioptimalkan untuk mendukung kualitas hidup di masa tua.