TIMESINDONESIA.MY.ID - Layanan transportasi umum Trans Banyumas saat ini harus berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Penghentian operasional bus tersebut telah berlangsung sejak Minggu, 30 Agustus 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses evaluasi menyeluruh terkait sistem pendanaan layanan. Pemerintah Kabupaten Banyumas kini tengah berupaya melakukan transisi skema pembiayaan operasional.

Peralihan pendanaan tersebut dilakukan dengan mengalihkan sumber anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah percepatan ini dilakukan agar masyarakat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, dapat segera menikmati kembali moda transportasi publik tersebut. Dikutip dari Kompas.com, target operasional kembali ditetapkan paling lambat awal Oktober 2026.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk menyelesaikan proses administrasi dan evaluasi agar layanan kembali normal.

"Saya akan upayakan pertengahan bulan, sudah berkomunikasi dengan provinsi, mudah-mudahan tidak sampai akhir bulan sudah clear. Paling pahit ya akhir September, awal Oktober bisa jalan lagi," ujar Sadewo Tri Lastiono.

Selain berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi, Pemkab Banyumas juga terus mengawal proses teknis transisi anggaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa operasional bus tidak lagi terkendala setelah anggaran daerah resmi digunakan.

Pemerintah daerah menyadari pentingnya kehadiran Trans Banyumas sebagai sarana mobilitas utama bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, percepatan evaluasi menjadi prioritas utama bagi jajaran Pemkab Banyumas saat ini.

Masyarakat diharapkan dapat bersabar selama masa transisi berlangsung. Pihak pemerintah berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik agar layanan transportasi kembali berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.