TIMESINDONESIA.MY.ID - Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Moyo Satonda, Nusa Tenggara Barat, terkait pelestarian satwa endemik. Populasi kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea parvula) di wilayah tersebut tercatat mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data pemantauan terbaru yang dilakukan pada Mei 2026, jumlah individu burung tersebut kini mencapai 71 ekor. Angka ini menunjukkan progres positif dibandingkan dengan hasil pemantauan pada tahun 2024 yang hanya mencatat sebanyak 51 ekor.

Peningkatan populasi ini setara dengan kenaikan sebanyak 20 individu atau sekitar 39,2 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata efektivitas program konservasi yang melibatkan peran serta masyarakat sekitar.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Wilayah II Pulau Sumbawa, Lalu Abdul Gani, memberikan penjelasan mengenai capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pihak pengelola taman nasional dengan warga setempat.

"Benar, jumlah 71 ekor tersebut merupakan angka yang teridentifikasi berdasarkan hasil pemantauan pada Mei 2026. Data ini menunjukkan peningkatan jika kita bandingkan dengan jumlah 51 ekor pada tahun 2024," ujar Lalu Abdul Gani.

Lebih lanjut, beliau merinci bahwa secara persentase, terjadi pertumbuhan yang cukup menggembirakan bagi keberlangsungan populasi satwa tersebut. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa habitat di Pulau Moyo masih sangat mendukung bagi perkembangbiakan kakatua jambul kuning.

"Artinya, telah terjadi peningkatan sebanyak 20 individu atau sekitar 39,2 persen," kata Lalu Abdul Gani saat dikonfirmasi pada Selasa (1/9/2026).

Transformasi menarik terjadi di balik layar keberhasilan konservasi ini, di mana banyak mantan pemburu kini beralih profesi menjadi penjaga satwa. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam kini menjadi garda terdepan dalam melindungi fauna endemik dari ancaman perburuan liar.

Upaya pelestarian ini diharapkan terus berlanjut secara konsisten di masa mendatang. Dengan dukungan penuh dari warga sekitar, populasi kakatua jambul kuning di Pulau Moyo diprediksi akan terus tumbuh stabil dan terjaga dari kepunahan.